Mengenal Tentang Ikan Mas

05 April 2019 - Kategori Blog

Ikan mas (Cyprinus carpio) termasuk jenis ikan konsumsi air tawar. Ikan mas memiliki badan berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping (Compresed) dan mulutnya terletak di ujung tengah (terminal) dan dapat disembulkan (protaktil), memiliki dua pasang sungut serta warna badan yang sangat beragam. Di Indonesia sendiri, ikan mas memiliki beberapa nama sebutan yakni kancra, tikeu, tombro, raja, rayo, ameh atau nama lain sesuai dengan daerah penyebarannya.

Secara umum hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi oleh sisik kecuali pada beberapa bagian tertentu yang hanya memiliki sedikit sisik. Sisik ikan mas berukuran besar dan digolongkan ke dalam sisik tipe sikloid (lingkaran).

Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau.

Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150–600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30 °C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%.

Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan.

Siklus hidup ikan mas dimulai dari perkembangan di dalam gonad (ovarium pada ikan betina yang menghasilkan telur dan testis pada ikan jantan yang menghasilkan sperma).

Sebenarnya pemijahan ikan mas dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun, di habitat aslinya, ikan mas sering memijah pada awal musim hujan, karena adanya rangsangan dari aroma tanah kering yang tergenang air.

Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah, induk-induk ikan mas aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air.

Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan.

Sifat telur ikan mas adalah menempel pada substrat. Telur ikan mas berbentuk bulat, berwarna bening, berdiameter 1,5-1,8 mm, dan berbobot 0,17-0,20 mg. Ukuran telur bervariasi, tergantung dari umur dan ukuran atau bobot induk. Embrio akan tumbuh di dalam telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa.

Antara 2-3 hari kemudian, telur-telur akan menetas dan tumbuh menjadi larva. Larva ikan mas mempunyai kantong kuning telur yang berukuran relatif besar sebagai cadangan makanan bagi larva.

Kantong kuning telur tersebut akan habis dalam waktu 2-4 hari. Larva ikan mas bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara 0,5-0,6 mm dan bobotnya antara 18–20 mg.

Larva berubah menjadi kebul (larva stadia akhir) dalam waktu 4-5 hari. Pada stadia kebul ini, ikan mas memerlukan pasokan makanan dari luar untuk menunjang kehidupannya.

Pakan alami kebul terutama berasal dari zooplankton, seperti rotifera, moina, dan daphnia. Kebutuhan pakan alami untuk kebul dalam satu hari sekitar 60-70% dari bobotnya.

Setelah 2-3 minggu, kebul tumbuh menjadi burayak yang berukuran 1–3 cm dan bobotnya 0,1-0,5 gram. Antara 2-3 minggu kemudian burayak tumbuh menjadi putihan (benih yang siap untuk didederkan) yang berukuran 3–5 cm dan bobotnya 0,5-2,5 gram.

Putihan tersebut akan tumbuh terus. Setelah tiga bulan berubah menjadi gelondongan yang bobot per ekornya sekitar 100 gram.

Gelondongan akan tumbuh terus menjadi induk. Setelah enam bulan dipelihara, bobot induk ikan jantan bisa mencapai 500 gram. Sementara itu, induk betinanya bisa mencapai bobot 1,5 kg setelah berumur 15 bulan.

Induk-induk ikan mas tersebut mempunyai kebiasaan mengaduk-aduk dasar perairan atau dasar kolam untuk mencari makanan.

7 Jenis Ikan Mas

Ikan Mas Punten
Jenis ini pertama kali dikembangkan di Desa Punten, Malang, Jawa Timur pada tahun 1933. Ciri-cirinya bertumbuh pendek tetapi punggungnya tinggi dan lebar. Sehingga bentuk tubuh ikan mas punten terlihat bulat pendek (big belly). Ciri yang lain yaitu warna sisik hijau gelap, mata sedikit menonjl, gerakannya lambat dan jinak.

Ikan Mas Sinyonya / Putri Yogya
Tidak ada yang tahu pasti asal-usul dari mana nama ikan mas ini. Ada sebagian orang yang menyebut kalau iakn mas jenis ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya.

Ciri tubuhnya yaitu panjang dan punggungnya lebih rendah dari ikan mas punten. Warna sisiknya kuning muda seperti jeruk sitrus. Ketika masih muda, mata ikan mas ini agak menonjol dan akan berubah sipit ketika sudah mulai tua.

Karakter dari ikan mas sinyonya lebih jinak bila dibandingkan dengan ikan mas punten dan memiliki kebiasaan berkumpul/berkoloni di permukaan air.

Ikan Mas Taiwan
Bentuk tubuh ikan mas taiwan memanjang dan punggungnya seperti busur sedikit membulat. Warna sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan ditepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor.

Ikan mas taiwan memiliki sifat yang responsif terhadap makanan. Sehingga akan saling berebut ketika diberi makan.

Ikan Mas Merah
Ikan mas ini memiliki sisik berwarna merah keemasan. Gerakannya sangat aktif dan paling suka mengaduk-aduk dasar kolam. Jika dibandingkan dengan ikan mas sinyonya, ikan mas merah memiliki tubuh yang lebih panjang. Punggungnya agak rendah dengan mata agak menonjol.

Ikan Mas Majalaya
Ikan mas ini pertama kali dikembangkan di desa Mjalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ciri-cirinya, badannya pendek, punggung membungkuk dan lancip jika dibandigkan dengan ikan mas lainnya.

Ikan mas Majalaya sifatnya jinak dan suka sekali berenang di permukaan air. Warna sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna gelap. Pada bagian bawah insang dan bawah sirip ekor berwarna kekuningan.

Ikan mas jenis ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap hama/bakteri Aeoromonas hydrophila, rasa dagingnya lezat dan gurih dan tersebar di seluruh Indonesia.

Ikan Mas Yamato
Di Indonesia, ikan mas jenis ini kurang populer di kalangan petani. Kebanyakan ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti China dan Jepang. Ciri tubuhnya memanjang, sisiknya berwarna hijau kecokelatan.

Ikan Mas Lokal
Sebenarnya ikan ini belum bisa digolongkan ke dalam jenis-jenis ikan mas. Walaupun demikian, ikan ini malah yang paling banyak ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenali oleh petani Indonesia.

Itulah artikel kami tentang ikan mas, semoga bermanfaat untuk anda semuanya.

 
Chat via Whatsapp