Teknik Memancing Yang Umum Dipakai

10 April 2019 - Kategori Blog

Teknik Memancing

Memancing merupakan hobi yang dapat dilakukan dan diaplikasikan oleh semua kalangan. Melalui hobi mancing kita dapat mendapatkan sesuatu yang dapat meringankan beban pikiran. Namun tahukah anda ternyata dalam dunia mancing terdapat beberapa teknik mancing yang mungkin akan menjadi sesuatu yang baru terutama bagi pemancing pemula. Pada dasarnya memang tidak ada aturan baku yang mengharuskan kita untuk melakukan ataupun menerapkan setiap teknik mancing yang ada, karena memang aktivitas mancing sangat fleksibel. Namun jika suatu saat mancing menjadi hobi yang semakin menarik, tentu anda ingin yang namanya improvisasi mengenai teknik-teknik baru dalam memancing.

Dengan mengetahui teknik-teknik yang sering diaplikasikan dalam dunia mancing, tentu akan menggugah minat kita untuk mencoba teknik baru. Misalnya, sesorang bisa saja memancing dengan teknik dasaran sudah sering sehingga ingin mencoba tekinik lainnya seperti casting. Tentu saja teknik casting yang baru perlu untuk dipelajari baik itu dari segi tekniknya sendiri hingga peralatan yang sesuai dengan teknik tersebut. Memang pada dasarnya mencoba sesuatu yang baru namun belum pernah mengetahuinya, sah-sah saja. Namun tentu hal tersebut akan menjadi sia-sia bahkan justru hanya membuang waktu dan biaya. Oleh karena itu dalam artikel ini kami ingin menjelaskan beberapa teknik mancing yang sering diaplikasikan oleh pemancing di seluruh dunia.

Berikut ini adalah teknik mancing yang umum digunakan :

MANCING DASARAN

Mancing dasaran merupakan teknik konvensional (umum) yang digunakan para pemancing. Teknik ini biasa digunakan untuk memancing ikan yang sering bermain didasar baik itu laut, sungai, danau, empang, DLL. Mancing dasaran dapat dilakukan tanpa joran dengan kata lain bisa hanya dengan bermodalkan senar, kail, dan umpan-pun dapat dilakukan. Teknik yang hanya bermodalkan senar ini dapat dilihat dari nelayan yang memancing dilaut dengan perahu. Bisa juga dengan menggunakan reel dan joran.

Semuanya sesuai dari keinginan si pemancing. Inti dari teknik mancing dasaran adalah menenggelamkan umpan ke dasar air dengan menggunakan pemberat/timah, stopper dan pelampung. Banyak macam-macam rangkaian yang bisa dipakai dalam menggunakan teknik ini, mulai dari rangkaian pelampung paling atas sebagai penanda bahwa umpan dimakan oleh ikan, kemudian timah di tengah sebagai pemberat dan kail dibawah. Bisa juga dengan merangkai timah dibagian paling bawah dan kail ditengah.Mancing dasar dapat dilakukan disegala tempat, mulai dari peraiaran air tawar seperti, danau, rawa, emapang hingga perairan air asin seperti lautan. Dari perairan dangkal hingga perairan dalam sekalipun.

NGONCER

Ngoncer adalah mancing dengan menggunakan umpan hidup atau bahasa kerennya Live Bait sebagai umpan. Umpan tersebut kemudian dilemparkan keatas spot yang dituju sehingga melayang dan bergerak dengan sendirinya diatas air dengan bebas. Teknik ini dilakukan tanpa menggunakan timah/ pemberat. Terkadang juga dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang menyerupai balon untuk mengontrol umpan agar tak menyelam ke dasar air. Senar utama dipasang snap dan swivel, kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat neklin sepanjang 10 cm. Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup seperti : Selar, Tembang, Layang, Como, Kembung, Sangir, hingga Barakuda berukuran kecil. Umpan hidup dibiarkan berenang  menuju lokasi yang paling akurat.Target dari teknik ini biasanya ikan-ikan yang mencari mangsa dipermukaan seperti Barracuda dan Tenggiri. Teknik ini sangat efisien dan efektif digunakan pada spot yang banyak pemangsa umpan di permukaan.

TROLLING

Teknik ini diwajibakan menggunakan reel khusus yang cukup kuat dan joran khusus yang hanya terdiri dari 1 bagian (one piece) dan harus ditarik kapal dengan kecepatan 5-7 knot. Trolling biasanya menggunakan umpan buatan yang dibuat dari fiber glass, kayu atau plastik. Saat ini anda dapat menemukan Lure atau umpan buatan di berbagai toko pancing, baik online maupun offline. Ada jenis umpan palsu lain yang disebut Konahead yang berbentuk seperti cumi besar dengan rambut berurai tapi berwarna menyolok untuk mancing ikan-ikan sejenis Marlin, Layaran dan Lemadang. Jarak umpan dari kapal sekitar 20-100 M tergantung dari ukuran umpannya.Jika teknik trolling menggunakan lure berupa Minnow biasanya kapal akan melaju dengan kecepatan sampai dengan 8 knot.

Jika ikan Wahoo yg menjadi target maka Minnow biasanya di trolling dg kecepatan setinggi-tingginya. Kalau ikan jenis lain sekitar 4-6 knot. Jika menggunakan Konahead, agar sempurna efeknya biasanya ditarik dg speed sekitar 11 knot keatas. Jadi umumnya penggunaan Minnow berbeda dengan konahead. Pada umumnya jika memakai sinking minnow, kecepatan nya tidak lebih dari 6 knot, namun jika menggunakan konahead atau sejenisnya, kecepatannya berkisar antara 8-12 knot. Dengan kata lain cara ini sangat ampuh bila berada di spot dengan banyaknya Ikan Marlin dan ikan-ikan predator perenang cepat lainnya.

CASTING

Teknik casting adalah teknik mancing dengan teknik melempar umpan buatan (Lure) menuju target kita dengan menggunakan alat joran dan reel. Inti dari casting adalah mobilitas dalam masalah melempar dan menggulung lure. Casting biasanya dilakukan dengan peralatan lengkap mulai dari joran, reel, senar, hingga lure, namun pada kenyataannya ada yang menerapkan teknik casting hanya dengan tangan kosong tanpa joran, alias handline.Teknik casting memang menuntut tangan untuk terus-menerus melempar dan menggulung senar sampai ikan berhasil menanngkap lure. Itulah yang membedakan casting dengan teknik mancing dasaran.

Casting biasanya bisa dilakukan di air tawar maupun air asin baik itu danau, rawa,sungai hingga di laut. Idealnya Joran yang digunakan adalah joran khusus yang bersifat lentur dan tidak terlalu kaku. Material utamanya biasa berbahan carbon dan panjangnya bisa antara 150 sampai 210 cm dengan lemparan pada umumnya sejauh 20 sampai 30 M. Bisa juga menggunakan joran berbahan fiber namun tidak disarankan karena joran yang berbahan ini sangat berat dan kaku sehingga mempengaruhi action atau gerak dari lure. Reel yang digunakan bisa spinning bisa juga reel khusus atau biasa disebut reel baitcasting. 

Umpan yang digunakan biasanya umpan buatan (lure) yang berbentuk ikan-ikanan, serangga atau binatang laut lain dengan berat sekitar 7 sampai 20 gram. Inti dari teknik ini adalah melempar umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan sedikit dihentak-hentakkan ujung jorannya supaya actionnya terlihat lebih nyata. Hal ini harus dilakukan terus menerus sampai ikan menyambar. Tidak ada patokan dan aturan khusus berapa kali harus melempar. Selama ikan belum diperoleh maka dapat dilakukan terus-menerus.Oleh karena itu teknik mancing seperti ini dikategorikan sebagai Sportfishing yaitu mancing sambil berolah-raga. Teknik ini akan efisien bila di terapkan di spot yang terdapat spesies ikan-ikan predator seperti Gabus, Hampala,Tomman dll di spot air tawar. Ikan Kerapu, Kakap,GT dll di spot air asin.

POPPING

Pada dasarnya teknik ini juga termasuk dalam kelompok Casting. Tetapi perbedaannya teknik ini menggunakan joran yang cukup panjangnya berkisar antara 200 hingga 250 cm. Joran popping biasanya terdiri dari 2 bagian yang tersambung pada butt blank Joran. Hal ini guna menghindari resiko patah jika sambungan dibuat ditengah joran. Joran yang lebih panjang akan menghasilkan lemparan Lure yang lebih jauh. Reel yang digunakan biasanya reel-reel kelas besar dengan ukuran 5000 hingga 10.000 keatas. Senar yang digunakan adalah senar PE Braided mulai dari PE 5 hingga PE 8.

Sesuai dengan namanya, teknik ini khusus menggunakan lure yang disebut dengan Popper biasanya berukuran besar dengan berat antara 80 sampai 100 gram untuk popping kelas berat dan bisa 10-40 gr untuk popping untuk casting kelas ringan. Popper yang sering digunakan pada teknik Popping berbentuk ”Chugger” yang kepalanya rata dan memiliki cekukan seperti mangkok. Popper berbentuk Chugger ini bila disentak sewaktu mengapung akan menimbulkan bunyi ”pop, pop, pop” karena kepalanya menabrak air. Itulah sebabnya mengapa disebut ”popper”. Selain bentuk ini juga terdapat popper modern lainnya yang sudah banyak beredar denga variasi brand.

Teknik Popping hampir sama dengan Casting yaitu mengayunkan umpan tiruan ke spot yang dijadikan target kemudian menggulung reel dengan cepat. Setiap setelah beberapa putaran popper disentak lalu menggulungnya lagi. Cara tersebut dilakukan agar umpan tiruan tersebut bergerak mirip ikan umpan alami yang sedang mengalami kesakitan, sehingga ikan pemangsa akan menjadikan popper tersebut sebagai sasaran. Perbedaan utama antara Popping dengan Casting adalah Popping biasanya dilakukan di lautan yang banyak terdapat ikan predator seperti GT. Jika casting menggunakan piranti mancing kelas ringan hingga sedang, maka popping menggunakan pianti kelas berat yang harganya bisa dikatakan menengah keatas. Teknik Popping sangat populer dan banyak diterapkan pemancing di berbagai negara. Popping di Indonesia sendiri juga sangat digandrungi oleh banyak pemancing terutama di spot yang banyak terdapat predator ganas sperti GT, Tuna, Marlin, dll.

SURF CASTING

Teknik ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran yang panjangnya kira-kira 350 cm hingga 450 cm dan biasanya terdiri dari 3 sambungan yang harus disambung jadi satu. Jorannya hampir seperti joran spinning atau popping namun jauh lebih panjang. Pemancing juga harus menggunakan reel yang berukuran cukup besar, biasanya model spinning kelas 5000-8000 keatas. Walaupun teknik dasarnya hampir sama dengan casting yaitu melontarkan umpan sejauh jauhnya tetapi dalam Surf Casting, umpan yang di lontarkan justru dibiarkan mendarat layaknya mancing dasaran. Oleh karena itu pada rangkaian pancing dengan teknik ini harus menggunakan timah pemberat untuk menahan agar umpan tidak bergerak kesana kemari dibawa ombak. 

Umpan yang digunakan juga bukanlah umpan buatan tetapi biasanya ikan-ikan kecil, cacing laut, udang atau kerang-kerang laut yang didaptkan di pesisir pantai. Melempar umpan tidak hanya dilakukan sekedar saja tetapi harus ditujukan ke tempat-tempat yang berpotensi banyak ikannya. Selain dipantai, teknik surf casting juga bisa dilakukan di muara sungai, juga pada saat laut pasang. Teknik ini akan bekerja efektif bila dilakukan pada waktu-waktu tertentu seperti pada saat air pasang naik karena karena pada saat itulah ikan-ikan mendekati pantai untuk mencari makanan.

JIGGING

Jigging bukanlah teknik mancing yang baru muncul. Diperkirakan nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba memancing ikan dengan umpan buatan yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil yang diterjunkan ke dasar laut lalu kemudian ditarik dengan cepat keatas. Jigging biasanya dilakukan pada spot laut yang terdiri dari terumbu karang dengan kedalaman antara 50 sampai 100 M. Umpan buatan yang digunakan adalah Metal jig (lure yang terbuat dari bahan metal) yang digunakan biasanya adalah yang memiliki berat minimal 100 gram agar terjun dengan cepat menuju dasar laut. 

Beberapa pemancing menggunakan metal jig yang beratnya mencapai 250 hingga 400 gram tergantung jenis ikan yang menjadi sasaran. Memancing dengan teknik Jigging memerlukan peralatan yang berbeda dari teknik Popping atau Casting. Joran yang digunakan cenderung lebih kaku dan pendek antara 150 sampai 200 cm. Joran untuk jigging biasanya merupakan joran khusus yang hampir menyerupai dengan joran Trolling namun ukurannya lebih kecil dan terdiri dari 2 sambungan yang sambungannya berada diujung pangkal joran (butt). Reelnya juga harus lebih kuat dibandingkan dengan reel untuk popping walaupun pada dasarnya bisa ditukar-tukar. 

Seperti telah disebutkan di awal sewaktu Jigging, jig tidak diayunkan ke spot yang dijadikan target tetapi diterjunkan dan dibiarkan meluncur ke dasar laut secepat mungkin kemudian segera menggulung reel dengan cepat sambil sesekali disentak sentak. Cara tersebut dilakukan agar umpan tiruan tersebut bergerak mirip ikan umpan alami tetapi berenang menuju keatas sehingga ikan sasaran mau menyambarnya. Jigging biasanya dilakukan dari kapal/perahu yang berdiam ditempat. Pada saat terjadinya strike, jig tiba-tiba akan terasa berat dan ada yang menarik sehingga harus segera dilakukan ”fight” agar ikan tersebut tidak bisa menyelam dan bersembunyi didalam karang. Seperti halnya Popping, tantangan utama dalam jigging adalah justru mempertahankan agar ikan yang menyambar jig tidak bisa lari dan bersembunyi dibalik karang. Bila ini terjadi, maka jig yang telah masuk ke mulut ikan akan mengakibatkan senar putus akibat gesekan karang. Teknik ini sangat efektif bila kapal berada tepat di atas spot yang banyak predator seperti Marlin, Tuna, hingga GT.

MANCING GARONG

Teknik ini lebih dikenal dengan sebutan “ngegarong” karena menggunakan kail yang bermata 6 (enam) berbentuk seperti matahari yang disebut pancing “GARONG”. Hal yang paling unik dari teknik ini adalah, seringkali ikan yang digarong tertangkap bukan karena pancing nyangkut di mulutnya namun karena mata kail yang tersangkut baik pada insang ikan maupun bagian tubuh ikan lainnya. Mancing garong ini biasanya menggunakan joran tegek atau lebih dikenal dengan joran polos tanpa reel seat dan ring guide. Panjangnya sekitar 4 m sampai 6 m. Mancing menggunakan teknik ini harus menggunakan pelampung kecil yang dibuat dari kayu ringan dan biasanya berbentuk seperti “piring terbang”. Jarak antara pelampung dengan pancing garongnya hanya berkisar sekitar 50 cm sampai 100 cm sedangkan panjang senar dari ujung joran sampai mata pancing hanya 2 sampai 3 m. 

Mancing ini umumnya menggunakan umpan lumut laut yang banyak tersedia di bebatuan pantai. Terkadang pemancing menggunakan nasi atau kue. Umpan tersebut tidak ditempelkan di pancing tetapi dijepit oleh senar kira-kira 1 – 2 cm diatas pancing. Target yang utama adalah ikan Baronang, Botana, dan terkadang juga ikan Kakak Tua. Teknik ini murah tetapi sangat unik, eksentrik dan sebenarnya tak begitu gampang juga diterapkan. Mancing “garong” tidak memerlukan perahu atau kapal karena dilakukan dari pinggiran seperti dermaga, batu-batu (beton) pemecah ombak, atau jembatan di sekitar pantai. Teknik mancing yang satu ini dianggap paling murah dan paling banyak pemancing yang sangat menikmatinya.

ROCK FISHING 

Teknik ini  dinamakan rock fishing karena dilakukan diatas batu karang (Rock) atau diatas bukit di pinggir laut yang curam. Oleh karena itu teknik ini butuh stamina yang fit dan kuat karena sebelum memancing biasanya pemancing berusaha untuk mendaki bukit curam untuk mendapatkan spot yang bagus. Biasa spotnya terletak diatas permukaan batu karang yang tingginya dari permukaan laut antara 2 m sampai 20 m. Kurang-Lebih hanya 4 m dari permukaan laut yang sewaktu-waktu dapat dikelilingi oleh air laut pasang dan terpisah dari daratan pada saat pasang naik. Lokasi yang sangat tinggi juga sangat berbahaya karena beresiko terjatuh ke dalam laut.

Hampir sama dengan teknik Surf Casting teknik ini juga menggunakan peralatan yang hampir sama. Teknik dasarnya juga sama yaitu melontarkan umpan sejauh-jauhnya dan umpan yang di lontarkan dibiarkan mendarat dan tinggal di tempat dia jatuh. Teknik ini juga harus menggunakan timah pemberat untuk menahan agar umpan tidak bergerak bebas terbawa ombak. Umpan yang digunakan juga bukanlah umpan buatan tetapi biasanya ikan-ikan kecil, cacing laut,udang hingga kerang laut. Seperti dalam Surf Casting, pemancing biasanya tidak memegangi jorannya terus menerus tetapi menempatkannya disuatu tempat atau pada penyangga yang kokoh dan mengamati dari kejauhan sampai umpannya disambar ikan. Teknik ini sangat berbahaya, butuh pendamping yang telah berpengalaman. Jika ingin mencoba teknik ini maka anda wajib mengajak rekan anda untuk meminimalisir resiko yang tak terduga. 

FLY FISHING

Teknik ini adalah salah satu teknik yang unik dalam memancing. Dikembangkan oleh seorang bangsawan dari Inggris. Namun ada yg menyebutkan bahwa fly fishing itu sudah ada sejak abad ke 2 masehi. Pada jaman Romawi kuno Claudius Aelinus, yang menyatakan memancing dengan menggunakan artificial fly. 

Secara umum fly fishing adalah seni memancing dengan menggunakan Lure berbentuk fly (serangga). Lure flies ini bisa terbuat dari lilitan benang khusus yang dibuat menyerupai serangga-serangga kecil. Teknik fly fishing menggunakan piranti khusus baik itu reel, joran, senar, hingga backing line. Fly fishing dapat dimainkan di perairan tawar maupun perairan asin.

Itulah artikel yang bisa kami suguhkan, salam strike dari AQUATIC Fishing ART.

 
Chat via Whatsapp